IBX5906EC702971B Inilah Hukum Menikah Beda Agama dan Status Pernikahannya - CLAK.info - CLAK.info

Inilah Hukum Menikah Beda Agama dan Status Pernikahannya

Jatuh cinta memang tidak bisa direncanakan, dengan siapa melalui cara apa dan bagaimana caranya. Dimana tak seorang pun dapat menghindari dari perasaan cinta dan tak kan pula bisa memilih kepada siapa nantinya dia akan jatuh cinta. Tidak ada batasan bagi orang yang membujang atau pun sudah menikah sekalipun pasti bisa merasakan jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Ada pula yang bahkan tidak peduli segala hal demi orang dicintainya, bahkan rela mencintai pasangan yang berbeda agama sekalipun.

Kasus percintaan beda agama dalam Islam pun mendapatkan perhatian khusus. Meskipun memang negara khususnya Indonesia tidak memberikan larangan kepada pasangan berbeda agama untuk melangsungkan pernikahan, dalam hal ini asal tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Setempat, akan tetapi dalam hukum Islam, hal ini jelas merupakan perbuatan yang dilarang.

Dimana ada aturan dalam Agama Islam yang melarang adanya hubungan pernikahan yang terjadi antara pria dan juga wanita muslim untuk menikah dengan pasangan berbeda agama tersebut. Dimana syarat wajib dalam pernikahan pria dan wanita muslim sendiri adalah adanya kesamaan Aqidah demi terciptanya hubungan yang lebih baik dalam pernikahan tersebut. Dimana anda akan menemukan dalil dari larangan menikah berbeda agama ini, dapat dilihat pada surat Al Baqarah ayat 221 yang artinya :

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke Neraka, sedang Allah SWT mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran” (QS Al-Baqarah : 221)

Kemudian adanya hukum haram ketika pernikahan terjadi antara beda agama dapat juga dilihat pada Al Mumtahanah ayat 10. Dimana dalam surat yang satu ini, anda pun akan dijelaskan secara gamblang mengenai adanya hukum haram atau larangan pasti mengenai pernikahan beda agama tersebut. Dimana larangan ini sendiri bertujuan untuk menghindari perpecahan dari rusaknya salah satu aqidah dari pernikahan yang terjadi antara agama yang berbeda tersebut. Oleh karena itu, apabila ada muslim yang menikah dengan pasangan berbeda agama maka dipastikan hukum pernikahan mereka tidak sah dan dianggap sebagai salah satu hubungan zina meskipun memang secara hukum negara hal ini dianggap sah.

“Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka” (QS Al-Mumtahanah : 10).

Inilah Hukum Menikah Beda Agama dan Status Pernikahannya | Laras Sate | 4.5