IBX5906EC702971B Rumah Tumbuh, Solusi Memiliki Rumah dengan Bujet Terbatas - CLAK.info - CLAK.info

Rumah Tumbuh, Solusi Memiliki Rumah dengan Bujet Terbatas

Memiliki rumah sendiri tentu memang akan terus menjadi idaman, terutama bagi para keluarga muda. Namun, permasalahan bujet selalu menjadi kendala utama. Lalu bagaimana jika Anda tidak memiliki bujet yang cukup untuk membangun atau membeli rumah? Membuat rumah dengan konsep rumah tumbuh bisa Anda pertimbangkan menjadi solusi untuk bisa memiliki rumah dengan bujet sementara yang Anda miliki.

Rumah tumbuh adalah sebuah istilah konsep pembangunan rumah yang dilakukan secara bertahap dan dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Pembangunan rumah ini bisa disesuaikan dengan skala prioritas. Anda bisa membangun beberapa bagian rumah yang wajib ada dan yang menurut Anda lebih penting, kemudian membangun sisanya ketika dari sisi bujet sudah mencukupi atau kebutuhan akan ruangan meningkat. Dengan hal ini, Anda tetap bisa mencapai impian untuk memiliki rumah seiring dengan berjalannya waktu.

Vertikal dan Horizontal

Dalam membangun rumah tumbuh, Anda bisa membangunnya secara vertikal maupun horizontal. Rumah tumbuh yang dibangun secara horizontal ke samping, depan atau belakang ini sangat cocok jika tanah tersebut cukup luas. Tidak perlu memiiki struktur yang kuat, namun biarkan struktur tulang bangunan ini keluar agar mempermudah saat proses penyambungan dan pengembangan bangunan. Selain itu, struktur tulang tersebut untuk menjaga konsep awal pembangunan agar tidak terjadi perubahan. Karena jika ada perubahan di luar rencana biasanya membuat bugdet membengkak.

Kebalikan dari rumah tumbuh horizontal yang cocok di lahan yang luas, maka rumah tumbuh vertikal lebih cocok jika diterapkan di lahan yang sempit. Anda bisa membangun rumah sampai dua atau tiga lantai ke atas. Kunci utama dari konsep rumah vertikal ini adalah susunan beton yang kuat sedari awal untuk bisa menambah beban dari penambahan bangunan di kemudian hari. Sehingga ketika akan dibangun lantai tambahan tidak perlu melakukan suntik beton lagi untuk memperkuatnya. Rumah tumbuh ini bisa Anda mulai dari tanah kosong kemudian Anda bangun secara bertahap atau membeli rumah tumbuh yang saat ini sedang digencarkan oleh para pengembang.

Tips: Siapkan dari awal

Dalam membangun rumah ini, Anda tetap harus menentukan gambar desain rumah tersebut secara keseluruhan sampai tampilan akhir yang diinginkan termasuk Rencana Anggaran Biaya (RAB). Jadi, Anda membuat desain sampai final, namun dalam proses pembangunannya dilakukan secara terbalik agar menjadi efisien. Selanjutnya Anda menentukan bagian rumah mana saja yang akan Anda bangun terlebih dahulu. Siapkan beberapa ruangan yang ke depannya akan Anda butuhkan. Seperti kamar Anak, ruang kerja, ruang bermain anak, taman kecil, dan lain-lain.

Berdasarkan hal tersebut, kebutuhan biaya untuk pembangunan tahap pertama bisa terlihat dan jika sudah mencukupi maka pembangunan bisa dimulai. Karena desain rumah tersebut sudah final, ini berarti struktur bangunan sudah dipersiapkan untuk pembangunan tahap selanjutnya. Harus direncanakan juga untuk pembangunan tahap pertama ini agar tidak terlihat sebagai rumah yang belum selesai.

Tips: Diskusi dengan kontraktor

Dalam pembangunan rumah, tentu kontraktor akan memiliki peran yang besar. Oleh karena itu, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan kontraktor agar bisa memahami apa yang Anda inginkan untuk rumah ini. Kontraktor bisa saja memberikan saran yang tepat dan lebih baik mengenai rumah Anda. Pastikan bahwa kontraktor tersebut benar-benar bisa memahami keinginan Anda agar hasil akhirnya nanti bisa sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Karena tak jarang hasil akhir dari pembangunan rumah sangat berbeda dengan konsep awal. Bangunlah hubungan yang baik dengan kontraktor. Lakukanlah kontrol rutin untuk memastikan pembangunan berjalan dengan lancar. Anda juga disarankan untuk melakukan diskusi mengenai bujet dengan ahlinya.

Kelebihan

Tentu, Anda bisa membangun dan memiliki rumah sendiri yang bisa disesuaikan dengan bujet, dan bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan Anda tanpa adanya batas waktu. Kualitas bangunan bisa Anda awasi selama pelaksanaan pembangunan sehingga mendapatkan hasil yang berkualitas tinggi. Selain itu, Anda juga tidak terikat dengan jadwal cicilan atau angsuran layaknya Anda membeli rumah dengan sistem KPR dari bank. Ketika pembangunan pertama sudah selesai, Anda bisa saja mengganti desain rumah yang sudah ditetapkan sedari awal jika diperlukan. Hal yang paling penting adalah Anda mendapatkan pengalaman dan tambahan pengetahuan mengenai proses pembangunan rumah tinggal yang suatu saat mungkin akan berguna.

Kekurangan

Pembangunan rumah seperti ini tentu perlu memperhatikan kesatuan bangunan, konsep membangun secara bertahap ini tentu banyak terdapat sambungan tambahan. Hal ini menyebabkan sambungan tambahan tersebut lebih mudah retak, terutama pada rumah tumbuh horizontal. Untuk mengatasinya, perlu teknik khusus agar ruangan hasil sambungan tersebut tidak mudah retak. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan ‘baut’ menggunakan besi atau kayu yang kuat.

Rumah Tumbuh, Solusi Memiliki Rumah dengan Bujet Terbatas | Laras Sate | 4.5